Pengertian Solar Cell dan Jenis Panel Surya Rumah Terbaru

Pengertian Solar Cell – Apa itu solar cell?

Solar cell adalah salah satu opsi bagi sumber energi yang dianggap lebih ramah lingkungan dan melimpah.

Dengan kebutuhan yang semakin tinggi akan energi, kita membutuhkan jumlah listrik yang semakin banyak. Di sisi lain, sumber daya untuk listrik juga terus berkurang.

Panel surya dianggap sebagai pilihan yang lebih murah dan ramah lingkungan. Di kutip dari situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Saat ini dunia membutuhkan jumlah energi sebanyak 10 tera watt atau setara dengan 3 x 1.020 joule per tahun.

Jumlah ini akan terus meningkat sampai 30 tera watt pada 2030 mendatang. Oleh karena itu cara ini dianggap efektif untuk cara menghemat listrik.

Pembuatan panel surya dianggap sebagai cara untuk meningkatkan jumlah sumber energi tanpa harus menciptakan polusi.

Pengertian Solar Cell 

solar cell adalah
solar cell adalah

Jika diterjemahkan secara harfiah, panel surya artinya adalah sel surya atau bagian yang menyusun panel surya.

Panel surya adalah sekumpulan sel surya yang disusun dengan bentuk tertentu agar bisa menyerap sinar matahari dengan efektif dan maksimal.

Panel surya murah maupun yang mahal sama-sama terdiri dari beberapa komponen photovoltaic atau alat yang bisa mengubah cahaya matahari jadi listrik.

Untuk mengenal panel surya perlu diketahui bahwa alat ini terdiri dari beberapa bagian penting guna menunjang fungsi dan kinerja alat.

Beberapa bagian tersebut termasuk lapisan silikon yang sifatnya semi konduktor, anti reflektif, strip konduktor metal dan metal.

Jumlah sel surya yang digunakan dalam satu panel nilainya berbanding lurus dengan produksi energi.

Artinya, semakin banyak photo sel yang digunakan, semakin besar pula jumlah energi yang akan di hasilkan untuk menjadi energi listrik.

Cara Kerja Solar Cell

Sebelum Anda membuat perencanaan PJU tenaga surya dan keperluan listrik lain, Anda harus memahami terlebih dahulu bagaimana cara kerjanya.

Perlu diketahui bahwa matahari menghasilkan jumlah energi yang sangat besar.

Untuk setiap 1 meter persegi area di permukaan bumi, ada 164 watt energi matahari yang diterima.

Artinya, Anda bisa memasang lampu panel surya di setiap meter permukaan bumi.

Dengan kata lain, jika kita memasang 1% saja bagian dari Gurun Sahara dengan panel surya, maka kita bisa memproduksi listrik yang bisa digunakan di seluruh dunia.

Lalu, bagaimana cara kerja solar cell atau panel surya ini?

Kumpulan sel surya yang tersusun di panel ini bekerja dengan cara membiarkan partikel cahaya atau foton menjatuhkan electron bebas dari atom untuk memproduksi aliran listrik.

Menurut Live Science, panel surya sebenarnya terdiri dari banyak sel fotovoltatik.

Agar bisa bekerja sesuai fungsinya, sel fotovoltavik ini harus membentuk medan listrik.

Seperti halnya medan magnet, medan listrik terjadi saat ada muatan berlawanan yang dipisahkan.

Agar bisa bekerja dengan cara ini, produsen pembangkit listrik panel surya menambahkan material silikon dengan bahan lain.

Sehingga pada setiap bagian pada lembaran silikon memiliki muatan listrik positif dan negatif.

Fosfor kemudian di semai ke lapisan silikon yang kemudian menambah electron dengan muatan negatif ke lapisan silikon tersebut.

Sementara pada bagian bawah diberi boron untuk memproduksi elektron muatan positif yang lebih sedikit.

Perpaduan ini menambah medan listrik yang ada di lapisan silikon.

Selanjutnya, molekul foton sinar matahari akan menjatuhkan elektron bebas, kemudian medan listrik akan mendorong electron keluar dari sambungan silikon.

Berbagai komponen sel lain lalu mengubah elektron jadi daya yang bisa dipakai.

Pelat konduktif logam yang ada di sisi sel bertugas mengumpulkan elektron untuk ditransfer ke kabel.

Di titik itu electron bisa mengalir layaknya sumber listrik lainnya dan bisa digunakan termasuk untuk PJU solar cell.

PJU dikenal juga sebagai penerangan jalan umum yang menggunakan solar sel atau panel surya.

Paket Solar Cell

Panel surya punya satuan ukuran yang disebut dengan watt peak atau disingkat WP. Jual solar cell untuk rumah umumnya menawarkan berbagai ukuran atau paket panel surya antara lain:

  1. 10 WP bisa memproduksi listrik dengan daya puncak sebesar 10 watt.
  2. 20 WP bisa memproduksi listrik dengan daya puncak sebesar 20 watt.
  3. 50 WP bisa memproduksi listrik dengan daya puncak sebesar 50 watt.
  4. 80 WP bisa memproduksi listrik dengan daya puncak sebesar 80 watt.
  5. 100 WP bisa memproduksi listrik dengan daya puncak sebesar 100 watt.
  6. 120 WP bisa memproduksi listrik dengan daya puncak sebesar 120 watt.
  7. 240 WP bisa memproduksi listrik dengan daya puncak sebesar 240 watt.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa semakin banyak panel surya yang digunakan pada panel. Semakin tinggi juga arus listrik yang bisa Anda peroleh.

Jumlah panel surya yang wajib Anda pakai tergantung dari nilai WP yang dipunyai oleh panel surya tersebut serta jumlah kebutuhan listrik Anda.

Jenis Panel Surya

Tertarik untuk melakukan pemasangan panel surya di rumah?

Sebelum mencari tahu mengenai harga solar cell, Anda harus memahami terlebih dahulu macam-macam panel surya yang dapat Anda pilih.

Pasalnya setiap kebutuhan mungkin memerlukan jenis panel yang berbeda.

Jenis-jenis panel tersebut antara lain adalah:

1. Monocrystalline Silicon

Di antara jenis lain, panel surya ini paling banyak dipakai. Karena bentuk penampang lembaran yang terdiri dari irisan silikon yang sangat tipis.

Kemampuannya dalam menyerap cahaya lebih efisien di banding bahan panel surya lainnya. Monocrystalline Silicon memiliki efisiensi sampai 15%.

Tidak hanya itu, panel ini juga paling sesuai digunakan untuk kebutuhan sehari termasuk untuk sumber daya pompa submersil di rumah Anda.

Hanya saja ada satu kekurangan panel ini yakni membutuhkan cahaya yang sangat terang agar bisa beroperasi maksimal.

Artinya saat mendung atau berawan, efisiensi panel surya saat memproduksi energi listrik akan menurun.

2. Polycrystalline Silicon

Jenis panel surya berikutnya yang harus Anda ketahui adalah Polycrystalline Silicon. Panel ini dibuat dengan menggunakan batang silikon yang sudah dicairkan.

Kelebihannya dibanding panel lain adalah susunannya yang lebih rapat dan rapi.

Tampilan panel Polycrystalline Silicon juga terlihat unik karena seperti ada retakan pada bagian dalam lembaran papan sel surya.

Sama seperti jenis Monocrystalline Silicon, Polycrystalline Silicon juga akan berkurang efisiensi jika ditempatkan di kawasan yang sering mendung atau hujan.

Untuk bisa menghasilkan nilai energi yang setara dengan Monocrystalline Silicon, panel Polycrystalline Silicon harus dipasang dengan ukuran penampang yang lebih besar.

3. Thin Film Cell

Panel ini terdiri dari lembaran sel solar sangat tipis yang kemudian diaplikasikan ke lapisan dasar.

Jika dilihat, panel ini seperti punya dua lapisan. Kelebihan panel ini adalah bentuknya yang tipis sehingga bobotnya juga lebih ringan serta fleksibel.

Panel surya ini juga bekerja dengan maksimal ketika berada pada cahaya fluorescent.

Dye sensitized panel surya termasuk ke dalam kelompok panel surya dengan lapisan film tipis seperti Thin Film Cell ini.

4. Compound Thin Film Triple Junction Photovoltaic

Jika panel sebelumnya punya dua lapisan, panel Compound Thin Film Triple Junction Photovoltaic mempunyai 3 lapisan utama.

Panel surya ini tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari melainkan untuk mengirimkan perangkat khusus ke luar angkasa.

Demikianlah informasi lengkap seputar pengertian panel surya, fungsi dan jenis-jenis panel surya secara singkat.

Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar panel surya atau harga PJU solar cell, silakan hubungi penyedia jasa pemasangan PJU terdekat di kota Anda.

Tinggalkan komentar