alat berat crane
alat berat crane

Alat Berat Crane – Mengenal Fungsi Crane dan Jenisnya

Alat Berat Crane Crane adalah suatu jenis alat berat atau heavy equipment yang banyak digunakan pada kegiatan konstruksi, pertambangan, pergudangan, bongkar muat dermaga, pabrik dan jenis pekerjaan lainnya yang membutuhkan tenaga angkut besar.

Cara kerja crane adalah mengangkut barang atau muatan dengan kapasitas besar, yang akan dipindahkan searah horizontal maupun vertikal sesuai lokasi penempatan yang diinginkan. Crane juga dapat berputar horizontal sebesar 360 derajat dengan jangkauan pemindahan muatan hingga puluhan meter.

Sejarah Alat Berat Crane

Awal penggunaan jenis crane adalah pada masa revolusi industri yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1920. Crane dibuat oleh perusahaan Nortwest Enggineering pertama kali dengan bentuk yang masih sangat sederhana.

Jenis crawler crane yang pertama kali dibuat sebagai mesin penderek dengan kontrol yang diletakkan pada jalur rel. Seiring kemajuan industri yang semakin pesat, crane crawler juga terus disempurnakan dengan dipasangkan mesin bertenaga uap.

Versi mesin ini memiliki berat hingga 15 ton dan sangat diminati hingga dipasarkan secara luas pada tahun 1925. Dari hasil pengembangan tahap awal ini, crane semakin serius untuk terus diperbaharui sesuai dengan jenis pekerjaan yang membutuhkan alat angkut muatan.

Hingga alat crane semakin canggih dan digunakan dalam bidang konstruksi, salah satu jenis alat berat crane yang digunakan dalam konstruksi adalah jenis crane tiang hidrolik. Dibuat pertama kali oleh perusahaan asal Inggris Hymac pada tahun 1966.

Jenis dan kapasitas mobile crane ini mampu mengangkut beban hingga puluhan ton yang berfungsi sebagai mesin penderek dengan ketinggian crane hingga 50 meter sampai 120 meter. Dengan kapasitas mesin yang besar kala itu, sehingga crawler crane mampu mengangkat muatan mencapai 40 hingga 3.000 ton dalam satu kali angkut.

Maka tidak heran jika dalam majalah Cranes And Access terbitan tahun 2006, menuliskan bahwa crawler crane adalah  alat berat crane terbesar yang dapat membangun baling-baling PLTA setingga ketinggian 100 meter pada masa itu.

Fungsi Crane dan Jenisnya

Alat berat crane memang memiliki banyak kegunaan dan manfaat dalam berbagai bidang industri. Maka tidak mustahil jika banyak jenis-jenis crane yang memiliki bentuk yang berbeda dan ukuran besar, disesuaikan dengan jenis dan kapasitas mobile crane yang dibutuhkan.

Berikut ini adalah jenis dan fungsi crane yang umum digunakan dalam dunia industri saat ini.

Tower Crane

alat berat crane tower
alat berat crane tower

Jenis tower crane ini merupakan jenis pengangkut dengan mesin penggerak yang dapat berputar 360 derajat dan memiliki jangkauan cukup luas. Tower crane umum digunakan pada pekerjaan konstruksi, bangunan bertingkat dan jenis bangunan dengan ukuran yang luas.

Jenis crane ini dapat dibongkar dan dipasangkan kembali dalam bentuk bangian per bagian sesuai dengan lokasi pekerjaan konstruksi. Sehingga penggunaan alat berat crane ini dinilai cukup efektif dalam pekerjaan konstruksi, selain itu ketinggian serta daya jangkauan crane juga dapat sesuaikan.

Mobile Crane

alat berat crane mobile
alat berat crane mobile

Mobile crane adalah jenis alat berat truck dengan dipasangkan crane pada bagian atasnya. Jenis crane ini memiliki fleksibilitas dalam hal jangkauan dan pergerakannya, sehingga dapat dengan mudah menjangkau tempat-tempat yang memerlukan alat angkut barang tanpa harus memindahkannya dengan bantuan alat lainnya.

Mobile crane bergerak dengan empat roda besar dan memiliki empat kaki penopang yang ada disetiap sisi crane, berfungsi sebagai penahan beban angkut. Saat mengangkut beban keempat kaki penopang tersebut akan digunakan sebagai penyeimbang beban yang dapat disesuaikan dengan berat beban.

Crawler Crane

alat berat crane crowler
alat berat crane crowler

Cara kerja alat berat crane crawler adalah dengan mengangkut beban dan memindahkannya pada lokasi lain dalam radius jangkauan putar alat berat. Jenis crane ini bayak digunakan pada pekerjaan konstruksi dan industri dan pelabuhan.

Crawler crane memiliki dua pasang roda rantai besi yang dapat digunakan disegala lokasi kerja, dengan roda besi yang besar memungkinkan crane untuk tetap stabil mengangkut beban tanpa memerlukan penyanggah tambahan pada setiap sisinya.

Mobilisasi crane ini untuk menuju lokasi yang cukup jauh membutuhkan truk pengangkut, dengan memisahkan tiang crane menjadi beberapa bagian atau dapat juga melipatnya agar tidak menyulitkan pada saat pengangkutan.

Hidraulik Crane

alat berat crane hydraulic
alat berat crane hydraulic

Secara umum sistem penggerak yang digunakan pada crane menggunakan tekanan hidrolik dan pheneumatik yang dapat memberikan tenaga angkut yang besar pada alat.

Namun jenis crane hidroulik crane ini menggunakan sistem penggerak hidrolik yang banyak digunakan pada industri pergudangan, pabrik dan pekerjaan pengangkutan lainnya yang berada dalam ruangan dengan struktur sederhana.

Alat ini tidak memiliki jangkauan yang luas karena tidak dapat berpindah tempat, area jangkaunya hanya 180 derajat, sehingga alat ini hanya digunakan untuk kebutuhan pengangkutan beban khusus saja.

Hoist Crane

alat berat crane hoist
alat berat crane hoist

Hoist crane umum digunakan sebagai alat angkut pada pergudangan, pelabuhan peti kemas dan industri perbengkelan lainnya. Alat berat crane ini biasa dipasangkan pada struktur gudang maupun berdiri sendiri dengan bentuk portal.

Hoist crane dapat bergerak dengan menggunakan rel sebagai landasannya, berjalan maju dan mundur searah jalur rel dalam mengangkut dan memindahkan muatan beban ke lokasi yang diinginkan.

Hoist crane juga dilengkapi dengan katrol tali sling baja yang berfungsi sebagai derek pengangkut beban yang akan mengangkut beban dengan kapasitas crane mencapai 100 ton dalam sekali angkut. Namun besar kecilnya beban tergantung dari kemampuan crane itu sendiri dipersiapkan, untuk dapat menahan beban yang proporsional.

Jip Crane

alat berat crane jip
alat berat crane jip

Jip crane dapat Anda temukan dengan berbagai jenis ukuran, mulai dari kapasitas muat kecil hingga mampu mengangkut kapasitas beban yang besar. Berat crane ini bervariasi mulai dari beban 30 ton hingga 100 ton dalam sekali angkut.

Alat berat crane ini memiliki dua jenis crane yang dapat digunakan didalam ruangan (indoor) maupun diluar ruangan (outdoor). Berikut dua jenis jip crane yang dibedakan berdasarkan jangkauan gerak dan kapasitas muatan alat.

  • Post Jib

Jenis crane jenis post jib paling umum dapat dibedakan dengan melihat karakteristik tiang independent, memiliki jangkauan gerak melingkar hingga 360 derajat dan kemampuan kapasitas angkut barang 0,5 ton hingga 20 ton.

Ukuran panjang post jib ini berkisar antara 2 meter hingga 10 meter, dapat mengangkut beban barang dengan maksimum ketinggian antara 3 meter sampai 10 meter. Dengan motor penggerak melingkar menggunakan tenaga manual.

  • Wall Jib

Sedangkan untuk jenis wall job memiliki karakteristik runway yang dipasangkan menempel pada struktur bangunan atau pada dinding struktur. Kapasitas loading barang wall jib mencapai 0,5 ton sampai 5 ton, dengan panjang bentang 2 meter sampai 20 meter.

Dapat bergerak dengan jangkauan melingkar hanya 180 derajat, kemampuan ini hanya setengah dari jenis post jib. Namun jenis crane ini juga memiliki mesin penggerak yang sama dengan post jib, yaitu dengan menggunakan motor penggerak manual.

Kelebihan Alat Berat Crane

Crane memiliki cukup banyak fungsi dan kegunaan yang dapat mempermudah pekerjaan manusia, khususnya dalam bidang pemindahan dan pengangkutan barang yang memiliki beban besar.

Berikut adalah beberapa keunggulan lainnya yang menjadikan crane sebagai alat berat yang banyak digunakan dan menjadikan peluang jasa sewa alat berat crane dengan berbagai jenis pilihan crane.

  • Performa sistem sasis stabil dan unggul.
  • Sistem pengangkut menggunakan tiang yang panjang dan sangat kuat.
  • Sistem hidrolik yang digunakan sangat efisien, stabil dan hemat energi.
  • Sistem kontrol kelistrikan yang aman, stabil dan berteknologi canggih.

Spesifikiasi Umum Alat Berat Crane

  • Kapasitas angkat maksimal 75 ton.
  • Panjang keseluruhan bagian crane 14.10 meter.
  • Lebar keseluruhan bagian crane 2.75 meter.
  • Tinggi keseluruhan bagian crane 3.85 meter.
  • Jarak antar as roda -1.21520 mm.
  • Jarak antar as roda -2.34400 mm.
  • Jarak antar as roda -3.41350 mm.
  • Berat total keseluruhan crane 46.000 kg.
  • Beban as roda -1.220000 kg.
  • Beban as roda -3.426000 kg.
  • Daya terukur 275 kw / 2100 r / min.
  • Torsi terukur 1550 N·m / 1200 r / min.
  • Kecepatan maksimum 80 km/h.
  • Radius putar minimal 12 meter.
  • Radius putar minimal kepala boom 15.60 meter.
  • Rangkaian penggerak 8 × 4.
  • Jarak minimal antara dasar ban mobil dan bagian bawah sasis 230 mm.
  • Sudut pendekatan 20°.
  • Sudut keberangkatan 12°.
  • Kemampuan menaiki tanjakan maksimal 37%.
  • Konsumsi bahan bakar per 100 km ≤ 55 Liter.
  • Kisaran suhu –20 ℃~ + 45 ℃.
  • Radius angkat minimal 3 meter.
  • Radius ayunan tiang suprastruktur 4.116 meter.
  • Penampang boom 5.
  • Bentuk Boom U –shaped.
  • Momen pengangkatan maksimal – bagian bawah boom 2560.2 kN·m.
  • Momen pengangkatan maksimal – perpanjangan boom seluruhnya 1254.4 kN·m.
  • Momen pengangkatan maksimal – perpanjangan boom seluruhnya + jib 414.9 kN·m.
  • Panjang – dasar Boom 11.8 meter.
  • Panjang – penuh – perpanjangan boom 45 meter.
  • Panjang – penuh – perpanjangan boom + jib 61 meter.
  • Rentang cadik (Longitudinal * Transversal) 6.1 × 7.6 meter.
  • Jib offset 0° 15° 30°.
  • Kecepatan angkat tali tunggal katrol utama (tanpa beban) 130 m/min.
  • Kecepatan angkat tali tunggal katrol tambahan (tanpa beban) 130 m/min.
  • Waktu perpanjangan / penarikan boom 120/130s.
  • Waktu menaikkan / menurunkan boom 80/80s.
  • Kecepatan ayunan 0~2 r/min.
  • HVAC di tempat duduk atas Cooling /Heating.
  • HVAC di tempat duduk bawah Cooling /Heating.

Cara Kerja Crane

Setelah Anda mengetahui jenis-jenis crane dan fungsinya, maka selanjutnya akan kami jekaskan cara kerja crane secara umum berdasarkan area jangkauan crane dan sistem penggeraknya.

Secara umum alat berat crane bekerja memindahkan barang dari satu tempat ketempat yang lain secara horizontal dengan diawali terlebih dahulu mengangkatnya kearah vertikal. Dengan cara kerja memanfaatkan sistem hidrolik dan pneumatik, setiap crane telah dirancang dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing.

Demikian informasi tentang alat berat crane yang dapat ilmubangunan.com berikan dalam pembahasan artikel ini. Semoga dalam pembahasan ini dapat menambah referensi dan pengetahuan Anda dalam hal konstruksi dan mengenal alat crane konstruksi bangunan yang sesuai dengan fungsinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *