alat berat excavator
alat berat excavator

Jenis Alat Berat Excavator, Bagian dan Fungsi Excavator Terbaru

Diposting pada

Jenis Alat Berat Excavator – Alat berat excavator merupakan sebuah alat terdiri dari boom atau bahu, arm atau lengan, bucket, tracker, dan kabin yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi maupun pertambangan. Excavator dapat dioperasikan oleh seorang tenaga hidrolis yang menjalankan dengan menggunakan mesin diesel.

Merk alat berat excavator yang banyak digunakan dalam pekerjaan konstruksi sangat beraneka ragam, mulai dari merk Volvo, Caterpillar, Komatsu, Hitachi dan Doosan. Namun beberapa merk produsen excavator tersebut hanya beberapa merk ternama yang sangat terkenal di dunia.

Berikut akan ilmubangunan.com paparkan sejarah excavator hingga jenis-jenis excavator yang banyak digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan.

Sejarah Excavator

Excavator pertama kali diciptakan oleh seorang ahli mekanik muda bernama William Smith Otis. William merupakan seorang laki-laki berkebangsaan Amerika. Excavator sendiri diciptakan pada tahun 1835, ketika William berusia 22 tahun dan masih terus berkembang hingga saat ini dengan penyempurnaan fingsi dan kegunaan yang berbeda.

Excavator versi pertama tentunya sangat sederhana, tidak secanggih excavator seperti pada saat ini. Alat ini di masa pertama kalinya diciptakan masih menggunakan bantuan dari mesin uap. Alat berat tersebut dulunya juga hanya bisa dijalankan di atas rel kereta api.

Inilah yang menyebabkan excavator dulunya hanya digunakan sebagai alat bantu untuk penggalian pembangunan dari jalan kereta api saja. William yang merupakan penemu sekaligus pencipta alat ini pun tentu telah mendapatkan hak paten atas karyanya tersebut.

William Smith Otis ternyata telah menciptakan lebih dari satu alat berat excavator. Tepatnya ada 7 alat excavator yang telah diciptakan oleh William dan sekaligus menjadi excavator pertama yang ada di dunia.

Fungsi Excavator

Di Indonesia, alat berat ini sering disebut dengan mesin bego, exca atau alat berat angkut. Fungsi utama dari excavator adalah untuk mempermudah proses penggalian pemindahan tanah dan perataan tanah. Selain itu, alat ini juga memiliki beberapa fungsi lain, dengan daftar sebagai berikut.

1. Membantu Pengerukan Sungai

Excavator bisa digunakan pada proses pengerjaan proyek pengerukan sungai dan irigasi saluran air. Hal ini tentu akan sangat membantu para tenaga kerja, sehingga pengerukan bisa dilakukan melalui mesin dengan waktu dan biaya yang efisien, tanpa harus menggunakan tenaga manusia yang memiliki keterbatasan.

Normalisasi saluran dan pembersihan sedimentasi sungai juga sering menggunakan alat berat excavator ini yang telah di modifikasi agar memudahkan pekerjaan. Jenis excavator untuk pengerukan sungan banyak digunakan long reach excavator karena memiliki lengan yang panjang dan sanggup menjangkau area yang jauh.

2. Membantu Pembuatan Sloping

Fungsi kedua dari alat ini adalah untuk membantu pembuatan sloping atau medan miring pada lereng gunung maupun daerah perbukitan. Medan miring ini biasanya diterapkan pada pembangunan sebuah jalan yang melaluin area lereng pegunungan, pembuatan sloping ini bertujuan agar memperkecil sudut kemiringan lereng tanah pada sisi bandan jalan.

Jenis alat berat excavator long reach excavator juga digunakan dalam pekerjaan ini, karena memungkinkan untuk menjangkau sudut kemiringan yang jauh pada tebing lereng vertical yang tidak memungkinkan untuk di jangkau tenaga kerja manusia.

3. Sebagai Pemecah Batu Besar

Selain itu, alat berat excavator juga berfungsi sebagai pemecah batu besar pada pekerjaan pertambangan maupun konstruksi pembangunan bendungan dan pembangkit. Namun, hal ini memerlukan teknik khusus, karena secara umum alat ini sebenarnya didesain untuk proses pengerukan dan pemindahan material.

Lengan excavator dapat diganti dengan jenis arm lain sesuai dengan kebutuhan, seperti hammer untuk memecahkan batu, penjepit, ukuran bucket excavator, maupun jenis arm lainnya yang dapat di modifikasi sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

4. Digunakan di Proyek Pertambangan

Alat berat yang satu ini biasanya juga digunakan dalam proyek tambang batu bara maupun mineral alam lainnya. Tentu saja akan sulit menyelesaikan pekerjaan di pertambangan jika tidak memiliki alat tersebut. Dengan keberadaan alat ini, proses pengangkutan pun akan bisa dilakukan secara lebih mudah.

Pada pekerjaan pertambangan jenis alat berat excavator yang banyak digunakan adalah jenis hydraulic shovel, karena memiliki kapasitas angkut yang besar dan memiliki tenaga yang besar pula. Sehingga dengan menggunakan alat ini dapat menghasilkan efisiensi yang sangat baik.

5. Membantu Pembongkaran Bangunan

Bagi yang ingin membongkar rumah dan bangunan secara keseluruhan dan bisa melakukannya dalam jangka waktu yang cukup singkat, maka Anda bisa menggunakan excavator ini. Tentu saja karena penggunaannya bisa sangat fleksibel, hal ini bisa dilakukan dengan sangat mudah.

Untuk menyelesaikan pekerjaan ini ada dapat menghubungi penyewaan excavator atau perusahaan rental alat berat yang ada di kota Anda. Pada umumnya jika untuk pekerjaan dalam kota penyedia rental akan memberikan excavator hitachi terbaru, namun tidak menutup kemungkinan merk lain yang mereka miliki.

6. Pekerjaan Umum di Bidang Konstruksi

Alat ini biasanya juga digunakan sebagai alat bantu berbagai pekerjaan umum di bidang konstruksi sipil, seperti penggalian irigasi, penggalian pondasi, perataan lahan, penggalian tanah dalam kapasitas besar dan lain sebagainnya. Oleh karena ini peran alat berat excavator ini sangat penting.

Untuk jenis excavator mini banyak dimiliki oleh dinas pekerjaan umum pemerintahan kota maupun daerah, selain itu perusahaan penyedia fasilitas umum seperti kontraktor juga sangat membutuhkannya baik sewa ataupun kepemilikan.

Bagian Excavator dan Fungsinya

Pada semua jenis alat berat excavator terdapat bagian-bagian part yang memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda, berikut adalah bagian part utama yang terdapat pada excavator.

1. Boom

Boom atau bahu merupakan bagian dari tuas utama excavator yang digunakan untuk menggerakkan bagian lengan naik dan turun dengan jangkauan tertentu. Untuk menggerakkan bahu dengan sempurna, maka diperlukan bagian lain yang bernama boom cylinder.

Boom cylinder merupakan bagian pada alat berat excavator yang berfungsi sebagai pengerak pada bahu excavator pada saat digunakan. Boom cylinder bekerja secara hidrolik yang dapat menekan dan menarik untuk menggerakkan bahu.

2. Arm

Arm atau lengan memiliki fungsi untuk mengayunkan keranjang atau bucket naik dan turun. Bagian ini digunakan untuk menggerakkan lengan dari excavator tersebut. Hampir sama dengan boom, namun posisi arm lebih dekar dengan bucket dan biasanya lebih ramping sehingga memudahkan untuk pekerjaan pengerukan.

Pada bagian arm juga terdapat boom cylinder yang memiliki fungsi dan bentuk yang sama seperti pada bagian boom, namun boom cylinder pada arm akan lebih sedikit panjang dan ramping.

3. Bucket

Bucket atau keranjang memiliki fungsi sebagai pengeruk tanah dengan menggunakan bucket cylinder untuk bagian penggeraknya. Ukuran bucket excavator akan berbeda-beda tergantung dari spesifikasi excavator, sehingga akan mempengaruhi produktivitas alat berat excavator tersebut.

Bucket alat berat dengan type khusus dapat di modifikasi sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan, namun hal yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi excavator pabrikannya apakah masih memungkinkan ataukah tidak.

4. Roda atau Kaki

Tracker digunakan sebagai roda atau kaki berantai pada alat berat tersebut untuk  dapat bergerak maju dan mundur serta berbelok 180 derajat tanpa berpindah posisi. Komponen ini dibutuhkan untuk dapat berpindah secara dinamis tanpa khawatir medan yang akan dilalui, karena roda rantai besi yang digunakan sudah didukung dengan kapasitas mesin excavator yang unggul.

Namun jika pada jenis amphibi excavator roda rantai besi sebagai kaki-kakinya akan di lepas dan digantikan dengan jenis lain yang memungkinkan alat berat excavator dapat digunakan pada pekerjaan yang berair dan mampu menopang berat excavator.

5. Kabin

Bagian dari alat berat excavator yang terakhir adalah kabin, yang merupakan tempat untuk mengendalikan dan mengontrol kerja alat berat. Pada bagian kabin dapat dioperasikan oleh satu orang operator alat berat saja.

Baca Juga : Alat Berat Crane – Mengenal Fungsi Crane dan Jenisnya

Bagian ini intinya sama seperti kursi kemudi pada mobil namun pada bagian kabin juga terdapat tuas-tuas penggerak yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Jenis-Jenis Excavator

Tidak semua pekerjaan berat bisa dikerjakan dengan satu jenis excavator. Dalam penggunaannya, ada beberapa jenis excavator dengan spesifikasinya masing-masing. Penggunaan beragam jenis excavator ini bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan jenis yang akan dilakukan.

Berikut adalah beberapa jenis alat berat excavator yang digunakan dalam pekerjaan tambang dan kosntruksi yang umum digunakan.

1. Crawler Excavator

crawler excavator
crawler excavator

Crawler excavator ini bisa digunakan untuk melakukan aktivitas penambangan, penggalian parit, dan penataan lanskap. Keunggulan dari jenis ini adalah performanya sangat baik sarta digunakan pada medan yang tidak rata. Sedangkan kelemahannya adalah, memiliki gerakan yang lebih lambat.

Ini merupakan jenis yang paling standar. Oleh sebab itu, banyak sekali proyek yang menggunakan crawler excavator tersebut. Mengapa disebut dengan crawler? Sebab, mesin ini bergerak menggunakan truk dengan roda berantai.

2. Wheeled Excavator

wheeled excavator
wheeled excavator

Jenis excavator ini sangat cocok digunakan untuk melakukan pekerjaan pada permukaan yang datar dan keras. Keunggulan dari jenis ini adalah, dapat berjalan dengan cepat dan mudah sekali untuk digerakkan, bahkan di atas beton sekalipun.

Namun, varian ini memiliki kelemahan, yakni tidak bisa berfungsi secara maksimal untuk mendukung pekerjaan yang dilakukan di medan berlumpur dan kawasan bukit. Jenis excavator ini bergerak menggunakan roda ban karet.

3. Suction Excavator

suction excavator
suction excavator

Jenis alat berat excavator yang satu ini cocok digunakan untuk melakukan penggalian pada daerah yang mudah sekali retak. Contoh penggunaannya seperti untuk membantu proyek bawah tanah, hingga membersihkan puing-puing bangunan,

Kelebihan dari jenis ini yakni memiliki berbagai kelengkapan yang dapat mengurangi potensi kerusakan pada daerah yang mudah retak. Sedangkan kelemahannya adalah, pipa hisapnya berdiameter 30 cm, sehingga tidak bisa digunakan untuk proyek berskala besar.

4. Long Reach Excavator

long reach excavator
long reach excavator

Jenis excavator long reach ini sangat cocok digunakan untuk daerah yang sulit dijangkau, sebab pada memiliki boom dan arm yang bisa diperpanjang hingga 30 meter. Hanya saja, excavator tersebut tidak bisa melakukan penggalian pada ruangan yang sempit serta tidak terjangkau dengan arm jenis excavator lainnya.

Jenis alat berat ini banyak digunakan untuk pekerjaan normalisasi sungai, pengerukan pesisir pantai, pengerukan danau, pembersihan saluran irigasi, pembuatan bendungan dan pekerjaan konstruksi lainnya.

5. Hydraulic Shovel

hydraulic shovel
hydraulic shovel

Jenis yang satu ini ini bisa digunakan untuk kebutuhan proyek pertambangan dan penggalian besar. Alat berat excavator tersebut memiliki kapasitas bucket yang cukup besar. Selain itu, jenis ini juga didukung dengan mesin bertenaga sangat kuat.

Varian excavator yang satu ini sering disebut dengan power shovel karena memiliki tenaga yang sangat kuat. Bahkan, ini merupakan excavator paling kuat diantara jenis lainnya.

6. Dragline Excavator

dragline excavator
dragline excavator

Dragline excavator biasanya digunakan dalam proses pembangunan konstruksi di kawasan pelabuhan, penambangan, penggalian dalam, pembuatan jalan raya, dan penggalian bawah air.

Kelebihannya dimana, mampu melakukan penggalian sedalam 65 meter. Sayangnya, ukurannya terlalu besar sehingga kurang fleksibel. Jenis excavator ini menggunakan tali pengangkat dan kerekan yang disebut dengan dragline excavator.

7. Skid Steer

skid steer
skid steer

Jenis alat berat excavator yang terakhir adalah skid steer yang sangat cocok digunakan untuk membersihkan lokasi dari tumpukan puing-puing material, maupun sampah. Excavator ini memiliki ukuran yang kecil, sehingga dapat digunakan di ruang terbatas.

Baca Juga : Pengertian Forklift Manual dan Sewa Forklif 25 Ton

Namun, varian ini menggunakan ban, sehingga skid steer tidak bisa bekerja dengan baik pada medan yang tidak rata, berpasir, bersalju, maupun lokasi berlumpur.

Sudah jelas bukan informasi seputar alat berat excavator di atas? Alat ini saat ini menjadi salah satu aspek penting di berbagai jenis proyek konstruksi. Keberadaannya yang penting membuat informasi tentangnya pun penting untuk menjadi tambahan wawasan bagi Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *