Pengertian Resin dan 6 Jenis Resin untuk Finishing Kayu Terbaik

Dalam berbagai sektor industri, bahan jenis resin sudah tidak asing lagi digunakan. Mulai dari kerajinan resin hingga finishing resin digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Apa itu resin dan bagaimana penggunaannya sebagai finishing kayu?

Jika dilihat dari pengertiannya, cairan resin adalah senyawa organik atau campuran yang berada dalam terpentin sebagai pelarut yang berbentuk semi padat sampai ke padat.

Resin cairan umumnya di buat dengan mencampurkan bahan resin dengan pelarut organik. Perlu diketahui bahwa resin tidak dapat dilarutkan dengan menggunakan air.

Jenis – Jenis Resin

jenis resin
jenis resin

Dalam dunia pembuatan kerajinan tangan, resin umumnya dimanfaatkan untuk membuat gelang, kalung, gantungan kunci sampai pelapis perabot rumah tangga.

Epoxy resin untuk kerajinan ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

Untuk mengetahui lebih mendalam tentang cairan epoxy resin dan resin jenis lainnya, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

1. Resin Epoxy

Jenis resin pertama yang akan kita bahas adalah resin epoxy. Jenis resin ini merupakan jenis resin yang paling terkenal dalam dunia kerajinan tangan.

Selain untuk membuat aneka produk kerajinan, epoxy juga sering digunakan untuk pelapis lantai, pengikat semen dan mortar pada bangunan.

Hingga untuk memadatkan permukaan yang berpasir dalam aktivitas pengeboran minyak.

Jika Anda mencari resin tahan panas, maka jenis epoxy dapat jadi pilihan yang tepat. Hal ini karena kualitas dan durabilitas resin yang sangat baik.

Barang-barang yang di buat dengan resin ini tidak akan mudah tergores apalagi pecah karena lapisannya yang keras.

Tampilan yang jernih juga menjadi daya tarik tersendiri sehingga membuat material berlapis epoxy terlihat semakin mewah.

Resin jenis epoxy dibuat dengan campuran aramid, serat kaca dan serat karbon. Tidak seperti resin lain, epoxy tidak memiliki bau sama sekali dan tidak menyengat.

Harga epoxy resin untuk kayu termasuk dengan hardener atau katalis campuran pelarut berkisar Rp. 180.000 per kilogram.

Anda juga dapat membeli araldit epoxy yang merupakan lem perekat sejenis epoxy.

2. Resin Polyester

Jenis resin lain yang memiliki tampilan mirip dengan epoxy adalah polyester. Hanya saja resin ini cenderung lebih buram dan sedikit kuning.

Karena aroma resin yang menyengat, Anda harus menggunakan masker pada saat pencampuran dan pengaplikasian pada media tertentu.

Resin polyester paling sering di pakai untuk casting, melapisi lantai serta beragam permukaan lain. Polyester tidak cocok dipakai untuk membuat kerajinan karena hasil akhirnya akan lengket.

Agar dapat dengan cepat mengering dengan sempurna, perbandingan resin dan katalis harus benar-benar diperhatikan.

Harga resin cair polyester termasuk dengan katalis campuran resin di di jual mulai Rp. 50.000 hingga Rp. 350.000 tergantung ukuran yang Anda butuhkan.

3. Resin Akrilik

Dikenal dengan nama lain termoplastis, resin akrilik di buat dari bahan senyawa non metalik sehingga menjadikan harga akrilik per lembar di pasaran cukup terjangkau.

Dalam penggunaannya, Anda perlu mencampurkan resin dengan berbagai material lain seperti bubuk kering, cairan tipis, peroksida organik, polimer dan lain sebagainya.

Resin jenis ini umumnya dipakai untuk membuat wadah, lapisan pelindung sampai gigi palsu. Kekurangan dari resin akrilik adalah proses pencampuran resin yang sulit.

Anda harus menggunakan metode tekanan hidrokik untuk membuat gelembung udara. Ini memerlukan tenaga profesional dan alat khusus untuk melakukannya.

4. Resin Vinyl Ester

Jenis resin ini dibuat melalui proses reaksi yang disebut dengan esterifikasi antara asam monokarboksilat tak jenuh dengan cairan epoxy.

Hasil dari perpaduan ini adalah resin yang tidak mudah retak dan tahan terhadap benturan.

Kebanyakan orang memanfaatkan resin ini untuk aplikasi militer, fascia gedung, suku cadang mobil hingga chemical penguat jembatan.

Resin vinyl ester juga dikenal punya toleransi yang tinggi terhadap peregangan. Adapun harga resin per kilogram berkisar Rp. 100.000 untuk tabung ukuran kecil.

5. Resin Upcast

Selain cairan epoxy untuk kayu, ada juga resin upcast yang dari segi tampilan terlihat sangat mirip. Di toko kimia resin ini umumnya diberi nomor seri 3126 atau 108.

Meski mirip epoxy, resin ini memiliki tampilan yang sedikit buram. Kalau terkena sinar matahari, warnanya akan jadi kekuning kuningan.

Biasanya resin upcast dimanfaatkan untuk memberi lapisan pada permukaan kerajinan yang tipis. Anda juga bisa mencampurkan upcast dengan zat warna untuk dipakai melapisi perahu atau bangku taman.

Paket resin upcast dengan bobot 750 gram sekaligus hardener di jual dengan harga mulai Rp. 120.000.

6. Resin Lycal Lentur

Resin Lycal Lentur dan Phenolic resin atau formaldehyde resin merupakan resin tahan air dan paling umum diaplikasikan pada eksterior.

Anda juga dapat menggunakannya untuk membuat pelapis kayu, lantai kayu hingga rockwool. Selain itu, ada resin jenis lain yang juga umum digunakan untuk material kayu yakni resin lycal lentur.

Resin jenis ini adalah rangkaian dua jenis komponen yang terbuat dari campuran resin dengan katalis yang berbeda.

Resin ini umumnya dipakai dalam industri elektronik, pembuatan dekorasi porselen, plastik, kayu, vinyl dan lain sebagainya.

Satu lagi jenis resin yang mungkin akan Anda temukan di penjual resin terdekat adalah resin kation dan anion atau disebut juga resin penukar ion.

Resin satu ini umumnya dipakai untuk menjernihkan atau membersihkan air minum, air tanah, air gunung atau air PDAM. Jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan pelapis kayu.

Cara Membuat Resin

Untuk membuat cairan finishing kayu dengan resin, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih jenis resin yang akan digunakan.

Resin epoxy merupakan salah satu jenis resin yang umum dipakai sebagai material pelapis finishing perabotan yang terbuat dari kayu.

Memberikan lapisan epoxy akan membuat meja atau benda apapun menjadi mengkilap dan kuat dari benturan dan rayap.

Jika Anda ingin menggunakan resin untuk finishing perabotan atau permukaan kayu lain yang ada di rumah Anda, simak langkah-langkahnya berikut ini!

1. Perlengkapan Keamanan

Umumnya, resin atau katalis yang digunakan berbau menyengat dan berisiko mengganggu kesehatan jika dihirup terlalu lama.

Karena itu, Anda disarankan untuk menggunakan sarung, masker dan kaca mata kerja khusus pada saat mencampurkan resin dan katalis sebelum mengaplikasikan pada media tertentu.

2. Siapkan Resin dan Katalis

Selanjutnya, siapkan resin sekaligus katalis sebagai campuran. Perbandingan antara resin dengan katalis untuk masing-masing jenis resin biasanya berbeda-beda.

Namun yang paling umum dan dianjurkan adalah 1:10. Biasanya di toko penjual resin dalam bentuk paket, mereka sudah menyesuaikan takaran keduanya sehingga Anda tinggal mencampurkan saja.

Beberapa orang menambahkan talk agar resin semakin kuat. Tapi untuk aplikasi di atas permukaan kayu, Anda cukup menggunakan resin dengan katalis standar saja.

3. Siapkan Peralatan

Untuk melapisi permukaan kayu, Anda memerlukan amplas, wadah untuk mencampur resin dengan katalis, kain bekas dan kuas. Untuk kuas, sebaiknya Anda menyiapkan lebih dari satu.

Resin adalah material yang cepat mengering sehingga ketika Anda tidak dapat menyelesaikan finishing dan melanjutkan dalam waktu yang berbeda, Anda memerlukan kuas baru.

4. Persiapan Media Lapis Resin

Untuk menyiapkan media yang akan dilapisi, Anda harus merapikan permukaan dan bagian yang tidak rata dengan menggunakan amplas.

Agar resin cepat meresap ke dalam serat kayu, pastikan kayu tidak terkena minyak. Kalau tidak, resin akan mudah menggelembung dan terkelupas.

5. Pelapisan Secara Merata

Gunakan primary bonding untuk membuat lapisan pertama dengan tipis-tipis. Tujuannya adalah untuk mengikat kayu dengan resin pada lapisan dasar.

Karena Anda hanya akan memerlukan resin dan sedikit katalis, campuran mungkin akan cepat mengeras. Karena itu Anda disarankan memakai kuas yang besar agar cepat selesai.

6. Tuang Lapisan Finishing

Setelahnya, tuangkan resin dengan ketebalan kurang lebih 2 mm sampai rata air. Gunakan adukan karet untuk meratakan resin ke bagian-bagian yang sulit terjangkau.

Kalau masih ada yang belum terlapisi, tuang resin sedikit demi sedikit sampai merata. Setelahnya, tunggu sampai kering.

Demikianlah ulasan tentang jenis resin dan cara membuat resin yang dapat kami rangkum untuk Anda.

Semoga artikel ini dapat menjadi tambahan pengetahuan untuk Anda dan berbagi ilmu yang bermanfaat seputar bangunan dan konstruksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *